Hatinya berbisik, bahasa yang kurang tuk dimengerti.
Bila hati berbicara, hanya hati yang lainnya yang bisa menterjemah.
Jauh disudut hati masih ada sayang, cinta. Segalanya.
Tapi hati juga bisa lelah.
Sekuat mana ia, tetap punya batasnya.
Sejujurnya, hati sudah tak bisa menahan dari diperlakukan sebegitu.
Puas dipujuk, diajar, tetap tak berubah.
Mungkin dengan ruang untuk sendiri, bisa meredakan hati ini.
Dimana kamu saat hati ini membutuhkanmu?
Hati ini sudah capek memaafkanmu.
Ya, ia sadar bahwa ia juga pernah melukakanmu.
Tapi sekali dibalas berkali-kali.
Hati ini mencintaimu lebih dari apa pun.
Meskipun yang dibalas bukan indah.
Maafkan hati ini.
Izinkan ia mengundur diri.
Berilah ia ruang untuk sendiri.
Andai ada jodoh, pasti disatukan semula hatiku dan hatimu.
Berpuas-puaslah kamu sepuasnya.
Hati ini takkan mengawal mu lagi.
Kini kamu bebas lakukan apa sahaja.
Salam dari Hati.